<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Farmasi Digital on Inovasi Farmasi Dunia</title><link>https://inovasifarmasi.com/tags/farmasi-digital/</link><description>Recent content in Farmasi Digital on Inovasi Farmasi Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Tue, 20 Jan 2026 10:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://inovasifarmasi.com/tags/farmasi-digital/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Revolusi AI dalam Penemuan Obat: Mempercepat Riset Farmasi Global</title><link>https://inovasifarmasi.com/posts/ai-pharmacy-discovery/</link><pubDate>Tue, 20 Jan 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://inovasifarmasi.com/posts/ai-pharmacy-discovery/</guid><description>&lt;p&gt;Selama beberapa dekade, industri farmasi terjebak dalam fenomena yang dikenal sebagai &lt;strong&gt;&amp;ldquo;Eroom&amp;rsquo;s Law&amp;rdquo;&lt;/strong&gt;—kebalikan dari Hukum Moore—di mana biaya pengembangan obat baru terus meningkat secara eksponensial sementara jumlah obat baru yang disetujui per miliar dolar investasi justru menurun. Secara tradisional, membawa satu obat ke pasar membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun dengan biaya rata-rata mencapai $2,6 miliar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) telah memicu pergeseran paradigma. Dengan kemampuan memproses data biologis yang masif dan melakukan simulasi molekuler dalam skala yang tidak terbayangkan sebelumnya, AI kini menjadi tulang punggung revolusi farmasi modern.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>