<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Teknologi Medis on Inovasi Farmasi Dunia</title><link>https://inovasifarmasi.com/tags/teknologi-medis/</link><description>Recent content in Teknologi Medis on Inovasi Farmasi Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Thu, 01 Jan 2026 08:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://inovasifarmasi.com/tags/teknologi-medis/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Farmasi Hijau: Mewujudkan Produksi Obat yang Berkelanjutan</title><link>https://inovasifarmasi.com/posts/green-pharma/</link><pubDate>Thu, 01 Jan 2026 08:00:00 +0700</pubDate><guid>https://inovasifarmasi.com/posts/green-pharma/</guid><description>&lt;p&gt;Industri farmasi global saat ini menghadapi tantangan ganda: memenuhi kebutuhan obat-obatan yang terus meningkat sekaligus menekan dampak lingkungan yang dihasilkan dari proses produksinya. Konsep &lt;strong&gt;Farmasi Hijau (Green Pharma)&lt;/strong&gt; muncul sebagai paradigma baru yang mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh rantai nilai farmasi, mulai dari penemuan molekul hingga pengelolaan limbah pasca-konsumsi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="relevansi-kimia-hijau-dalam-sintesis-obat"&gt;Relevansi Kimia Hijau dalam Sintesis Obat&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Inti dari farmasi hijau adalah penerapan &lt;strong&gt;12 Prinsip Kimia Hijau&lt;/strong&gt; yang dirumuskan oleh Paul Anastas dan John Warner. Dalam konteks manufaktur obat, fokus utama terletak pada efisiensi atom dan pengurangan penggunaan pelarut organik berbahaya.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>